Perdebatan Ilmuan Dan Agamawan

Contoh perdebatan Agama dengan Sains yang paling spektakuler delam garis sejarah umat manusia adalah antara Galileo Galilei Dengan Gereja Katholik. Kedua pihak ini bertentangan tentang pertanyaan “Apakah Matahari atau Bumi yang Menjadi pusat semesta kita (tata surya).

Geometris Vs. Heliosentris

Galileo yakin bahwa pandangan Copernicus yang menyatakan tentang matahari adalah pusat tata surya (Heliosentris) pasti benar. Sebaliknya Paus Paulus V yang kemudian digantikan oleh Paus Urban VIII sebagai orang yang berkuasa dalam gereja dan negara menyatakan Bahwasanya pandangan Copernicus sudah lama dilarang berdasarkan  Dekrit 1666, karena hal itu bertentangan dengan Kitab Perjanjian Lama. Dalam Penfsiran literal Kitab Perjanjian Lama menyatakan bahwasanya bumi adalah pusat tatasurya (Geosentris), sedangkan Matahari adalahbenda yang mengelilingi bumi. Pihak gereja berpegangan pada pasal 10 dari buku Joshua yang berbunyi sebagai berikut:

"Sun, stand thou still at Gibon,
And thou moon in the valley of Ajalon."
And the sun stood still and the moon stayed,
until the nation took vengeance on their enemies."

Galileo bersikukuh bahwa matahari adalah pusat tata surya sesuai dengan hasil penelitian melalui teleskopnya. ia kemudian mempublikasikan penemuanya dalam sebuah buku yang berjudul Nuntius Siderius (1610). Agar kedua pandangan yang sama-sama menyatakan benar, namun bertentangan satu sama laninya dapat dibaca oleh masyarakat Eropa, maka beberapa aktivis gereja mempersandinkannya dalam Dialogue on the Two Greatest Systems in the World. Berdasarkan fakta-fakta yang ditampilkan Galileo, maka masyarakat Eropa melihat kelemahan dogma gereja.

Merasa dipermalukan, pihak gereja memanggil Galileo untuk disidangkan di depan para Inquisitor (Gerejawan yang bertugas untuk menghukum para penghujat doktrin gereja), lalu Paus Urban VIII dengan marahnya mengatakan:

“May God forgive him, for having involved himself inthese questions …….There is one argument which bobody has been ever able to refute, which that is God is Almyghty, and may do as sees fit. If He can do all, why questions His works?” Galileo, by submitting Nature to laws, had questioned God’s free will!”!

Lalu galileo mengirim sepucuk surat kepada sahabatnya yang kini menjadi kardinal, yaitu Father Castelli. Ia adalah seorang professor matematik di Universitas Piza. Surat tersebut bertanggal 21 Desember 1613. Di dalam suratnya Galileo menulis bahwa sungguhpun kitab sucitidak mungkin salah, akan tetapi para penafsir dapat saja berbuat kesalahan. Selain itu, dikatakan bahwa semua kitab suci tidak saja mengandung berbagai penafsiran, akan tetapi di beberapa tempat membutuhkan interpretasi yang berbeda dengan kata-kata yang tertera.

Setelah menerima surat itu, Father Castelli tak bergeming dengan penjelasan Galileo. Ia tidak memiliki kekuatan untuk meyakinkan Paus sebagai penguasa tertinggi agama dan negara bahwa secara ilmiah pandangan Galileo itubenar. Ia pun tidak mampu meyakinkan Galileo untuk meninggalkan pandanganya. Paus adalah wakil Tuhan yang memiliki kewenangan untuk menyatakan salah dan benarnya suatu masalah.

Singkatnya, episode tersebut diakhiri dengan 2 alternatifyang ditawarkan Paus kepada Galileo; mengakui secara mutkalk pandangan gereja (walaupun sekarang kita kehui sangat salah) atau menghadapi hukuman mati. Ternyata galileo memilih alternatif yang pertama. Ia dipaksa untuk mengucapkan permohonan maaf kepada gereja sambil menyalahkan kesalahan teorinya, setiap hari Rabu secara berkala sampai akhir ajalnya.

Tenyata manusia yang hidup sampai saat ini menjadi saksi kebenaran galileo. Anehnya pihak gereja sampai saat ini tidak pernah merasa bersalah atas teori mereka. Yang ada hanya permintaan maaf Paus Johanes Paulus II atas perlakuan yang buruk terhadap Galileo. Permintaan maaf kepada siapa? Toh Galileo sudah wafat beratus-ratus tahun yang lalu! aneh tapi nyata.

Kesimpulanya, kebenaran palsu walau dibuat dengan kekuasaan manusia yang selangit bagaimanapun akan terhapuskan atau tersangkal ileh umat-umat manusia setelahnya, karena kebenaran yang mtlak benar adalah kebenaran suci Tuhan, dan manusia sepintar apapun tak akan mampu mengubahnya.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: